Halaman

Sabtu, 31 Juli 2010

Ketika Sebuah Lagu Menyadarkan Saya..

Musik adalah bahasa universal, maka dari itu semua orang pasti menyukai musik, akan tetapi setiap orang tentu mempunyai selera masing-masing tentang aliran musik yang mereka sukai. Di kalangan anak muda, musik R & B, Pop dan hip-hop sangat populer, sedangkan bagi kalangan yang sudah matang secara usia, aliran musik jazz, country & blues sangat digandrungi. Disamping itu ada musik Rap, Rock, alternatif, dangdut, keroncong dan masih banyak lagi…

Musik adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dinikmati. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, kita bisa menikmati musik di mana saja kita berada. Serta yang paling penting, kita tidak perlu berpikir untuk menikmati musik, sehingga kita bisa menikmatinya sambil melakukan aktifitas apa saja..

Saya sendiri adalah seorang penikmat musik, saya menggunakan musik untuk mengatur emosi serta mental saya. Terkadang saya mendengarkan musik untuk membunuh ketegangan, menjaga konsentrasi bahkan untuk meningkatkan adrenalin saya. Pada dasarnya saya adalah penikmat musik pop.Tetapi,menurut saya musik keroncong mempunyai andil yang sangat besar terhadap perjalanan panjang bangsa ini, bahkan jenis musik ini sangat populer di negeri bekas penjajah kita, seperti Belanda dan Jepang. Saya sering melihat lagu Bengawan Solo milik Bapak Gesang, menjadi lagu penutup siaran acara stasiun TV NHK saat larut malam. Dan kebetulan saya sangat mengidolakan Bapak Gesang, terutama dengan Bengawan Solo dan Tirtonadinya.

Akan tetapi semua tadi hanyalah sebuah ilustrasi, semua orang mempunyai pendangan yang sangat beragam tentang musik, tergantung dari selera dan dari sudut mana kita memandang. Apa yang ingin saya ceritakan dalam arikel saya ini, adalah pengalaman pribadi saya, ketika sebuah lagu tidak saja membuat saya bangga, akan tetapi juga mampu merubah pandangan, sikap serta kesadaran saya dalam berbangsa dan bernegara..

Bagi kita yang pernah merasakan hangatnya bangku sekolah pasti kita pernah terlibat dalam sebuah upacara bendera, baik rutinitas setiap hari Senin atau hari besar, seperti memperingati hari Kemerdekaan 17 Agustus. Dalam setiap upacara bendera, satu hal yang wajib adalah pengibaran bendera merah-putih, tentunya dengan diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sejujurnya saya akui bahwa ketika saya masih SD atau SMP, terkadang saya tidak begitu menghiraukan atau boleh dikatakan kurang begitu hikmat dan serius dalam menyanyikan lagu ini, bahkan saya sering bercanda atau malah tidak ikut bernyanyi sama sekali. Dan saya yakin di antara Anda mungkin juga melakukan hal yang sama….

Saya sangat tidak menyangka bahwa suatu saat nanti, lagu Indonesia Raya ini mampu membuat jiwa dan raga saya bergetar. Sehingga tanpa sadar meneteslah air mata dari kedua mata saya. Saat itu terjadi, saya sangat menyesal telah menyepelekan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman ini..

Teringat Tahun 2007

kami seluruh anggota tim yang berjumlah kurang lebih 30 orang, dengan hikmat dan sangat bangganya menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Semua yang hadir di dalam stadion berdiri dan terlihat sangat menghormati lagu kebangsaan kami ini. Seketika perasaan patriotisme saya menyeruak, sehingga tanpa saya sadari saya meneteskan air mata saat itu. Lagu itu mampu membuat kami merasa sebagai satu kesatuan, walaupun saat itu kami terdiri dari berbagai suku,akan tetapi kami adalah Indonesia dan kami sangat bangga dengan negara kami…


Dalam skala yang lebih besar, hal itu terjadi sebulan kemudian, tepatnya dalam penyelenggaraan Piala Asia di Jakarta 2007 yang lalu. Saat itu saya merasakan sesuatu yang sangat luar biasa, sebuah peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya. Ketika 83 ribu supporter memadati stadion, dan semuanya menggunakan ornamen berwarna merah, bersama dengan sang presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu, menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serentak dan penuh semangat.(walaupun saya saat itu menjadi penonton)

Seketika itu juga, Stadion Utama Gelora Bung Karno serasa bergetar dan seakan-akan hampir runtuh. Supporter yang terdiri dari berbagai macam suku, mulai Cina, Jawa, Papua, Batak, Madura, dll, serta dari berbagai macam profesi, mulai dari pedagang asongan, buruh, pekerja kantoran, artis, pejabat sampai pada seorang Presiden bersatu tanpa menghiraukan semua perbedaan itu. Mereka bersatu padu sebagai sebuah kesatuan yaitu masyarakat Indonesia…

Pada saat itu, segala permasalahan kehidupan yang kita miliki serasa terpinggirkan, yang ada hanya rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Banyak orang yang menangis malam itu, mereka menangis karena rasa haru dan bahagia. Saya yakin jika Anda berada di dalam stadion malam itu, maka Anda juga akan merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan…

Itu adalah keajaiban dari sebuah lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang selama ini mungkin kita pandang sebelah mata. Terkadang pikiran saya menerawang jauh ke zaman perjuangan dahulu, tepatnya tahun 1945, ketika Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bersama ratusan ribu masyarakat yang berkumpul di Lapangan Ikada, menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk yang pertama kali secara terang terangan. Suatu momen yang hanya ada dalam penerawangan saya, akan tetapi saya yakin dan dapat saya pastikan bahwa suasana saat itu pasti sangat luar biasa. Apalagi peristiwa itu sudah ditunggu selama 350 tahun, sejak bangsa ini terjajah. Tentu suasana yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata.malam itu untuk pertama kali saya menangis saat mendengarkan lagu Indonesia Raya.

kemudian saya berkata dalam hati “Apapun baik buruknya bangsa ini tetaplah negaramu, kita adalah bangsa yang besar dan berbanggalah kita menjadi bagian dari bangsa ini”…

Sekarang bangsa kita memang tengah sedikit terpuruk, dan sebenarnya ini merupakan tanggungjawab dan kewajiban kita untuk mengembalikan kebesaran bangsa ini. Tentu melalui keahlian serta profesi kita di bidang masing-masing. Dengan bekerja serta memberikan hasil terbaik dalam setiap apapun profesi kita, maka tanpa kita sadari kita sudah turut serta dalam membangun bangsa ini, walau dalam skala yang sangat kecil…

Semoga kita mampu menjadi pribadi-pribadi yang bertanggung jawab serta berdedikasi tinggi terhadap profesi kita masing-masing…

Amiin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar